Pages

Rabu, 27 Juli 2011

CINTA TAK HARUS MEMILIKI

Hari ini sangat melelahkan. masalah silir berganti. saya bingung dengan istilah cinta tak harus memiliki. bukan kah itu sangat menyakitkan. hal itu yang sedang saya alami. emang kata om megi Z benar lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. hal yang pengn saya alami adalah ingin hilang ingatan dan melupakan tentang dia. yang jadi pertanyaan saya salah ga sih dia mencari kebahagiaan dia...???. bukan kah itu lebih baik dari pada dia tak baha gia dengan kita.. sungguh menjadi dilema dalam hidup ini

Anda pasti pernah dengar ungkapan kata bijak ini, bahwa Cinta Tak berarti Harus Memiliki. Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu. Wah bijak banget kalau bisa demikian ya. Kebanyakan kita mungkin pada awalnya tidak serta merta bisa tetap bijak dalam kehilangan seperti itu. Kata bijak ini mudah diucapkan hanya ketika kita ngomongin orang lain deh rasanya, atau tidak sedang ditinggal pacar, hehe..
Tetapi bagaimanpun juga, pada saatnya nanti banyak yang kita miliki, atau bahkan semuanya termasuk cinta pada seseorang pada akhirnya memang ia akan pergi dan berpisah. Semoga nanti ketemu lagi di Syurga. Kalau kita jadi orang bijak dalam arti yang luas tentu kita berpotensi untuk masuk ke sana bukan? Semoga…

cinta…..memang butuh pengorbanan,lalu apa temen-temen semua setuju kalau kita harus berkorban demi cinta,sedangkan cinta itu tak bisa kita miliki tak bisa tergapai oleh tangan kita.
lalu kenapa harus ada cinta bila tidak saling memiliki,egois sekali yah.bila kita kehilangan orang yang paling kita cintai.kita harus berlapang dada dan harus ingat satu kata yaitu.cinta tak harus memiliki.
Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan yang bila mereka menikah bisa disebut jodoh.apa ada jaminan kalau orang yang sedang menikah itu sudah menemukan jodohnya yang siap menemani sampai nyawa ini meninggalkan raga kita.
kalau benar menikah menjadi suatu jaminan bahwa orang yang menikah itu benar-benar jodoh lalu kenapa harus ada perceraian.dan pasti pasangan itu akan menjawab mungkin jodoh kita hanya sampai disini saja.
cinta…..sangat rumit untuk diungkapkan dengan akal sehat manusia.hebatnya kekuatan cinta bisa membuat kita lupa bahkan sampai gila.sampai-sampai kita gak mengenali diri kita sendiri.
cinta….sampai kapan aku benar-benar bisa memilikinya.tanpa harus ada perceraian,dan tanpa harus ada yang terluka.

Minggu, 17 Juli 2011

Pengorbanan Cinta Salman

Di sana, ada cita dan tujuan
Yang membuatmu menatap jauh ke depan
Di kala malam begitu pekat
Dan mata sebaiknya dipejam saja
Cintamu masih lincah melesat
Jauh melampaui ruang dan masa
Kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
Lalu di sepertiga malam terakhir
Engkau terjaga, sadar dan memilih menyalakan lampu
Melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
Dengan cita yang besar, tinggi dan bening
Dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
Dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
Dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
Walau duri merantaskan kai, walau kerikil mencacah telapak
Sampai engkau lelah, sampai engkau payah
Sampai keringat dan darah tumpah
Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum di jalan cinta para pejuang


-Pengorbanan Cinta Salman-

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilihan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorangPersia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!” ???

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasadikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.

Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan.. Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..

BLUE WIND

Naze? Anata wa sonna
Fuu ni katarun darou?
Damatteru konna atashi ni...

Kibou datte kitto
Anata yori tsuyoku motteru
Kotoba ni wa dekinai

Nagusame ni kite iru tsumori na no ka na?
... Arigato

YOU anata ga itta
JOOKU hitotsu mo warae nakatta
YOU demo yasashi katta
Anata no koto ga wakatta

Hatsumeika wa erai hito dato oshierareta
Doryoku suru mono wo umidasu

Demo sore ni muraga tte yuku hito-tachi koso
Kashikokute nagaiki da

Kuyashikute nai tari suru nomo chigau
... Kaze no na ka

YOU anata ga itta
Kami-sama wa kitto miteru yotte
YOU hajimete waraeta
Motto ki no kiita koto itte yo

Hajimete tsukutta uta
Tokidoki hitori kuchizusamu

Wasure sou ni nattara
Ano hi no atashi wo sagasu no

Datte tadoritsukitai basho wa
... Kawara nai

YOU anata ga itta
Kami-sama no hanashi mo ima wa
YOU shinjite miru yo
Utau koto shika dekinai mou daijoubu yo

Atashirashiku ikite iyou

Jumat, 08 Juli 2011

NAMA-NAMA

siang-siang bolong gini mata terasa berat, dan di dalam perut sedang mengadakan konser..
tapi rasa pengn online mengalahkan itu semua.. hohohoho....

setalah pikir-pikir ternyata nama panggilan buat q banyak juga...
itulah menjadi cirikhas q yg lain, selain chirikas yg paling menonjol yaitu badan q..
banyak yg manggil q dengn nama-nama lain sampe bingung mana sih nama asli q yg sebenarnya...

*ardhi : tu orang manggil q saat baru kenal
*phanjul : julukan ini q dapet dari mantan q saat tahun baru 2011.. dia manggil q phanjul dan q manggil dia dhudhul
*byen : nie juga dapt dari mantan.. gara-gara qt suka bintang dia manggil q byen dan q manggil dia tang bila di satuin byentang... mumpung ga di panggil ga mr. byen dan kutang....
*maio : nama nie q dapt saat q sma kelas 3 saat q manggil pacar q dengan sebtan mio.. katanya biar pas dia manggil q maio...
*mas : tu julukan q di rumah.. ade-ade n ibu q manggil q mas... yah gara2 q anak pertama... mantan2 waktu smp juga manggil q mas... n waktu di jaln dan ada orang nanyain jaln q juga di panggil mas...
*ade : nie yang manggil tu bapak-bapak.. sama sodara q yg dah gede-gede
*sayang : panggilan ini di dapet saat lagi mesramesraan kalo ga lagi mojok sama pacar...
*cinta : nie panggilan q saat lebay-lebayan sama temn2 kampus...
*puki : nie panggilan q di kos.. saat mereka lagi marah sama q..
*pantek : sama dengan puki..
*sepong : panggilan q di kos.. dapet gara2 temn mimpi basah dan q bilang sepong-seponh eh q yang kena
*gendut : nilah panggilan akhrab q di semua kalangan... hampir 65% temn2 sma n kampus manggil q gendut.. di dapt mungkin gara2 badan q yg gede...
*cebong : q di panggil gini khusus dari temn q yg namanya agy mizuki.. gara2 q di panggil gt q manggil dia choro sekarang
*autis : nah nie nama q dapt saat kejadian memalukan pas q jadi mc..
*bajingan : nama nie di panggil saat q ngerjain orang2.. apa saat q nyakitin seseorang.. hehehehehehe
*lehor : q di panggil gini pas q maen bola, gara-gara q larinya lambat n keberatan perut q di panggil lehor dah...

dan masih banyak lagi yang belom di sebutin... q dapt nama-nama ini dari suatu kejadian atau momen...
wah pastinya akan nambah setiap nambah temn juga.... hohoho... setelah q terawang ternyata ada juga nama hinaan yah...


CINTA TAK HARUS MEMILIKI

Hari ini sangat melelahkan. masalah silir berganti. saya bingung dengan istilah cinta tak harus memiliki. bukan kah itu sangat menyakitkan. hal itu yang sedang saya alami. emang kata om megi Z benar lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. hal yang pengn saya alami adalah ingin hilang ingatan dan melupakan tentang dia. yang jadi pertanyaan saya salah ga sih dia mencari kebahagiaan dia...???. bukan kah itu lebih baik dari pada dia tak baha gia dengan kita.. sungguh menjadi dilema dalam hidup ini

Anda pasti pernah dengar ungkapan kata bijak ini, bahwa Cinta Tak berarti Harus Memiliki. Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu. Wah bijak banget kalau bisa demikian ya. Kebanyakan kita mungkin pada awalnya tidak serta merta bisa tetap bijak dalam kehilangan seperti itu. Kata bijak ini mudah diucapkan hanya ketika kita ngomongin orang lain deh rasanya, atau tidak sedang ditinggal pacar, hehe..
Tetapi bagaimanpun juga, pada saatnya nanti banyak yang kita miliki, atau bahkan semuanya termasuk cinta pada seseorang pada akhirnya memang ia akan pergi dan berpisah. Semoga nanti ketemu lagi di Syurga. Kalau kita jadi orang bijak dalam arti yang luas tentu kita berpotensi untuk masuk ke sana bukan? Semoga…

cinta…..memang butuh pengorbanan,lalu apa temen-temen semua setuju kalau kita harus berkorban demi cinta,sedangkan cinta itu tak bisa kita miliki tak bisa tergapai oleh tangan kita.
lalu kenapa harus ada cinta bila tidak saling memiliki,egois sekali yah.bila kita kehilangan orang yang paling kita cintai.kita harus berlapang dada dan harus ingat satu kata yaitu.cinta tak harus memiliki.
Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan yang bila mereka menikah bisa disebut jodoh.apa ada jaminan kalau orang yang sedang menikah itu sudah menemukan jodohnya yang siap menemani sampai nyawa ini meninggalkan raga kita.
kalau benar menikah menjadi suatu jaminan bahwa orang yang menikah itu benar-benar jodoh lalu kenapa harus ada perceraian.dan pasti pasangan itu akan menjawab mungkin jodoh kita hanya sampai disini saja.
cinta…..sangat rumit untuk diungkapkan dengan akal sehat manusia.hebatnya kekuatan cinta bisa membuat kita lupa bahkan sampai gila.sampai-sampai kita gak mengenali diri kita sendiri.
cinta….sampai kapan aku benar-benar bisa memilikinya.tanpa harus ada perceraian,dan tanpa harus ada yang terluka.

Pengorbanan Cinta Salman

Di sana, ada cita dan tujuan
Yang membuatmu menatap jauh ke depan
Di kala malam begitu pekat
Dan mata sebaiknya dipejam saja
Cintamu masih lincah melesat
Jauh melampaui ruang dan masa
Kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
Lalu di sepertiga malam terakhir
Engkau terjaga, sadar dan memilih menyalakan lampu
Melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
Dengan cita yang besar, tinggi dan bening
Dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
Dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
Dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
Walau duri merantaskan kai, walau kerikil mencacah telapak
Sampai engkau lelah, sampai engkau payah
Sampai keringat dan darah tumpah
Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum di jalan cinta para pejuang


-Pengorbanan Cinta Salman-

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilihan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorangPersia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!” ???

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasadikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.

Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan.. Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..

BLUE WIND

Naze? Anata wa sonna
Fuu ni katarun darou?
Damatteru konna atashi ni...

Kibou datte kitto
Anata yori tsuyoku motteru
Kotoba ni wa dekinai

Nagusame ni kite iru tsumori na no ka na?
... Arigato

YOU anata ga itta
JOOKU hitotsu mo warae nakatta
YOU demo yasashi katta
Anata no koto ga wakatta

Hatsumeika wa erai hito dato oshierareta
Doryoku suru mono wo umidasu

Demo sore ni muraga tte yuku hito-tachi koso
Kashikokute nagaiki da

Kuyashikute nai tari suru nomo chigau
... Kaze no na ka

YOU anata ga itta
Kami-sama wa kitto miteru yotte
YOU hajimete waraeta
Motto ki no kiita koto itte yo

Hajimete tsukutta uta
Tokidoki hitori kuchizusamu

Wasure sou ni nattara
Ano hi no atashi wo sagasu no

Datte tadoritsukitai basho wa
... Kawara nai

YOU anata ga itta
Kami-sama no hanashi mo ima wa
YOU shinjite miru yo
Utau koto shika dekinai mou daijoubu yo

Atashirashiku ikite iyou

NAMA-NAMA

siang-siang bolong gini mata terasa berat, dan di dalam perut sedang mengadakan konser..
tapi rasa pengn online mengalahkan itu semua.. hohohoho....

setalah pikir-pikir ternyata nama panggilan buat q banyak juga...
itulah menjadi cirikhas q yg lain, selain chirikas yg paling menonjol yaitu badan q..
banyak yg manggil q dengn nama-nama lain sampe bingung mana sih nama asli q yg sebenarnya...

*ardhi : tu orang manggil q saat baru kenal
*phanjul : julukan ini q dapet dari mantan q saat tahun baru 2011.. dia manggil q phanjul dan q manggil dia dhudhul
*byen : nie juga dapt dari mantan.. gara-gara qt suka bintang dia manggil q byen dan q manggil dia tang bila di satuin byentang... mumpung ga di panggil ga mr. byen dan kutang....
*maio : nama nie q dapt saat q sma kelas 3 saat q manggil pacar q dengan sebtan mio.. katanya biar pas dia manggil q maio...
*mas : tu julukan q di rumah.. ade-ade n ibu q manggil q mas... yah gara2 q anak pertama... mantan2 waktu smp juga manggil q mas... n waktu di jaln dan ada orang nanyain jaln q juga di panggil mas...
*ade : nie yang manggil tu bapak-bapak.. sama sodara q yg dah gede-gede
*sayang : panggilan ini di dapet saat lagi mesramesraan kalo ga lagi mojok sama pacar...
*cinta : nie panggilan q saat lebay-lebayan sama temn2 kampus...
*puki : nie panggilan q di kos.. saat mereka lagi marah sama q..
*pantek : sama dengan puki..
*sepong : panggilan q di kos.. dapet gara2 temn mimpi basah dan q bilang sepong-seponh eh q yang kena
*gendut : nilah panggilan akhrab q di semua kalangan... hampir 65% temn2 sma n kampus manggil q gendut.. di dapt mungkin gara2 badan q yg gede...
*cebong : q di panggil gini khusus dari temn q yg namanya agy mizuki.. gara2 q di panggil gt q manggil dia choro sekarang
*autis : nah nie nama q dapt saat kejadian memalukan pas q jadi mc..
*bajingan : nama nie di panggil saat q ngerjain orang2.. apa saat q nyakitin seseorang.. hehehehehehe
*lehor : q di panggil gini pas q maen bola, gara-gara q larinya lambat n keberatan perut q di panggil lehor dah...

dan masih banyak lagi yang belom di sebutin... q dapt nama-nama ini dari suatu kejadian atau momen...
wah pastinya akan nambah setiap nambah temn juga.... hohoho... setelah q terawang ternyata ada juga nama hinaan yah...